Redaksi

Simak Institute adalah lembaga nirlaba yang dibentuk untuk Studi Islam dan Kebudayaan. Lembaga ini didirikan pada september 2016 dan berkedudukan di Jakarta. Misi dari Simak Institute ini mengurai ketegangan sekaligus membangun keterhubungan antara Keislaman dan Kebudayaan.

Di Indonesia, kian hari Islam dipahami sebagai agama yang anti terhadap kebudayaan, anti terhadap seni dan ilmu pengetahuan. Sehingga menjadi muslim diartikan sebagai meninggalkan segala bentuk Keindonesiaan dengan ragam budayanya. Padahal sejatinya Keislaman dapat berjalan sering dan berbarengan dengan kebudayaan apapun yang ada dalam masyarakat.

Simak Institute akan menyimpul keragaman khazanah intelektual dan mengetengahkannya pada pembaca agar terbangu keislaman yang egaliter dalam masyarakat.

Simak Institute aktif menyelenggaran kajian dan diskusi  publik tentang Keislaman dan kaitannya dengan segala aspek kebudayaan dalam arti yang luas, yakni Islam dan politik, Islam dan Tradisi, Islam dan Filsafat.  Kajian tetap Keislaman mingguan telah diselenggarakan oleh Simak Institute sejak 2016 hingga sekarang (2019) dengan membahas pemikiran Islam Al-Ghazali, Ibnu Rusy, Ibn Taymiyah, Ibn Atailah As-Sakandari, Fakhruddin Arrazi.

Adapunpara penulis Simak Institute bekerja secara sukarelawan hingga Simak Institute dapat mandiri.

Untuk mendukung misi ini Anda dipersilakan menjadi Donatur, Kontributor, Penulis pada Simak Institute. Anda juga dapat mengirim tulisan ke alamat email berikut;

simak.institute@gmail.com atau hubungi kami di 081 266 899 282

Catatan: Semua tulisan yang disiarkan di laman Simak Institute adalah tanggungjawab penulis dan atau kontributor.

Terima kasih

Salam Simak Institute