Pertimbangan; Bela Tauhid atau Bela HTI?

Oleh Muhammad Yusuf el-Badri (Pengkaji Islam dan Kebudayaan, Simak Institute) Pertanyaan pertama kali muncul setelah pembakaran bendera bertulis Dua Kalimat Syahadat ramai dibicarakan adalah kenapa umat Islam Protes dengan pembakaran itu? Jawaban paling umum adalah karena yang dibakar adalah Kalimat Tauhid. Kalimat suci umat Islam. Membakar kalimat Tauhid berarti menghina Islam. Alasan ini berarti bahwa […]

Continue Reading

Layakkah HTI dibubarkan?

Oleh Muhammad Yusuf el-Badri (Pengkaji Islam dan Kebudayaan, Simak Institute) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan. Dan sedang berusaha mendapat legalitasnya kembali. Andai kata HTI diakui kembali, bagaimana? Ada yang bertanya, apa salahnya HTI kenapa harus diwaspadai ‘kebangkitannya’ di Indonesia? Toh HTI bukan ormas radikal, bukan sarang teroris. HTI juga tidak pernah melakukan kekerasan. Apakah […]

Continue Reading

Bayangan Politik (Praktis) di Tengah Api Pembakaran

Opini Muhammad Yusuf el-Badri (Pengkaji Islam dan Kebudayaan, Simak Institute) Pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN), 22 Oktober 2018, telah terjadi pembakaran bendera bertuliskan Kalimah Syahadatain; La Ilaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah (Dua Kalimat Syahadat, Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah). Peristiwa pembakaran itu direkam, lalu diunggah di media sosial dan mendapat […]

Continue Reading

Integritas Iman, Ilmu dan Amal untuk Good Governance

Oleh Prof. Azyumardi Azra, CBE Integritas dalam perspektif agama adalah keterpaduan antara iman, ilmu dan amal. Iman adalah dasar yang menjadi kekuatan penggerak (driving force) dalam berpikir dan bertindak. Tetapi iman saja tidak cukup; harus disertai dengan ‘ilmu’ baik menyangkut berbagai aspek ajaran agama, tetapi juga menyangkut kehidupan sehari-hari. Iman dan ilmu menjadi hampa jika […]

Continue Reading

Demang Lehman; Perang Banjar dan Heroismenya

Bang Zul Rumah Transformasi Indonesia Ada beragam anasir untuk menjelaskan tentang bagaimana sosok pahlawan itu lahir. Dalam konteks lokal, kasus perang Banjar adalah salah satunya. Selain menjelaskan banyak hal, perang Banjar yang terjadi kurang lebih selama 46 tahun sejak tahun 1859 turut pula melahirkan tokoh penting, yang yang kepalanya dicari-cari pemerintah kolonial Belanda dan dihargai […]

Continue Reading

Implementasi Nilai Pancasila Dalam Kepemimpinan: Penguatan Integritas untuk Good Governance (3)

Oleh Prof. Azyumardi Azra, CBE Ke Arah Penguatan Etika Dalam rangka penguatan integritas para penyelenggara negara atau pejabat publik jelas perlu pula penguatan etika. Etika umumnya dipahami sebagai ‘teori atau ilmu tentang praktek moral’. Etika juga dipandang sebagai karakter atau etos individu/kelompok berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma luhur. Dengan pengertian ini, etika tumpang tindih dengan moralitas […]

Continue Reading

Implementasi Nilai Pancasila Dalam Kepemimpinan: Penguatan Integritas untuk Good Governance (2)

Oleh Prof. Azyumardi Azra, CBE Integritas dan Good Governance Subyek atau ikhwal ‘integritas’ telah menjadi wacana dan praksis penting di berbagai banyak belahan dunia, termasuk di Indonesia. Soal integritas muncul berbarengan dengan perkembangan politik dunia yang ditandai gelombang-gelombang demokrasi yang terjadi sejak paroan kedua dasawarsa 1980-an. Dunia menyaksikan semakin banyak negara yang mengalami gelombang demokrasi, […]

Continue Reading

Implementasi Nilai Pancasila Dalam Kepemimpinan: Penguatan Integritas untuk Good Governance (1)

Oleh Prof. Azyumardi Azra, CBE Sebuah Pengantar Hari-hari ini, bulan-bulan ini, ketika masa depan negara dipertaruhkan dalam memilih kepemimpinan nasional untuk lima tahun ke depan, hampir tidak pembicaraan tentang dasar-dasar yang menjadi fondasi negara-bangsa ini. Memang, Pancasila nyaris absen dalam wacana, diskusi dan kampanye politik, baik pada waktu menjelang Pilkada 2018 ini, maupun menghadapi Pilpres […]

Continue Reading

Parpol Islam di Indonesia Kini Tinggal Nama

JAKARTA–Partai politik berbasis agama tidak menjadi pilihan utama bagi umat Islam dalam menyalurkan aspirasi politik dan pilihannya. Hal itu terbukti sejak pemilu 1999 sampai pemilu 2014 tidak ada partai Islam yang menang dalam pemilu. Berbagai faktor menyebabkan partai politik berbasis agama kurang mendapatkan efek dari pemilih umat Islam. Selain itu kecenderungan selama ini posisi umat […]

Continue Reading

Partai Islam dan Nasionalis; Sama Saja

“Umat Islam sering diperlakukan seperti orang yang mendorong mobil mogok, ketika mobilnya jalan, umat Islamnya ditinggal, mobilnya sendiri melaju entah kemana. Jadi umat Islam itu hanya dijadikan vote getter saja,” Begitulah nasib umat Islam di Indonesia menurut Irwan Natsir, Jurnalis Senior Pikiran Rakyat dalam sebuah diskusi publik bertema “Arah Politik Umat Islam 2018 dan 2019”, […]

Continue Reading