Manhaj Hamka dalam Menyikapi Syiah – 4

Opini Izza Rohman Tentu Hamka tidak menerangkan “manhaj”-nya dalam menyikapi Syiah secara sistematis. Akan tetapi, berbagai bahasan sebelumnya menunjukkan bahwa sikap intelektual Hamka terhadap Syiah berayun-ayun di antara dua sikap: tegas-kritis dan terbuka-toleran. Manhaj Hamka dalam menyikapi Syiah tampak lebih dekat atau sesuai dengan nilai-nilai filosofis-ideologis yang hidup di Muhammadiyah. Sikap Hamka yang mencoba adil […]

Continue Reading

Memahami Fenomena Hijrah

Opini Muhammad Yusuf el-Badri (Peminat Kajian Islam dan Kebudayaan di Simak Institute) Kehadiran agama dalam kehidupan publik masyarakat Indonesia, kian hari kian tampak menguat. Sejak pilkada DKI, 2016 lalu, agama telah menjadi perbincangan harian dengan beragam topik. Banyaknya figur publik, selebriti dan politisi yang tiba-tiba tampil saleh, dekat dengan pemuka agama, rajin mengikuti pengajian, menunjukkan […]

Continue Reading

Tokoh dan Literatur Syiah dalam Karya Hamka – 3

Opini Izza Rohman Kutipan kisah atau pernyataan tokoh Syiah, tidak terlalu sulit untuk ditemukan di Tafsir al-Azhar. Misalnya ketika menafsirkan surah Al ‘Imran ayat 134, Hamka mengutip suatu cerita tentang Musa al-Kazhim yang berwudu untuk shalat subuh. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, 2) Saat menafsirkan surah al-Baqarah ayat 31-3, Hamka mengutip pendapat Ja‘far al-Shadiq dan Muhammad al-Baqir, […]

Continue Reading

Pandangan Hamka terhadap Doktrin Syiah dan Praktiknya – 2

Opini Izza Rohman Walau tidak sering, Hamka di berbagai tempat memberikan komentar terhadap beberapa paham ajaran Syiah dan pengamalannya. Misalnya tentang taqiyah. Mengapresiasi pandangan Syiah tentang taqiyah, Hamka mengatakan: “Terlepas dari pendirian penafsir sendiri yang bukan Syiah, melainkan penganut mazhab Sunni, penafsir kagum akan ajaran taqiyah kaum Syiah itu. Sebab bagi mereka taqiyah bukan kelemahan, […]

Continue Reading

Syiah dalam Deskripsi Hamka – 1

Opini Izza Rohman Dalam suatu uraian, Hamka menggambarkan Syiah lebih sebagai suatu paham politik yang bertumpu pada keyakinan bahwa Imam ‘Ali mendapatkan wasiat dari Rasulullah untuk menggantikan beliau sebagai pemimpin umat. Syiah didefinisikan oleh Hamka sebagai “satu golongan yang mempunyai aliran paham politik bahwa yang berhak menjadi Imam kaum Muslimin sesudah Rasulullah wafat hanyalah Saiyidina […]

Continue Reading

Selamat Tinggal Orang Dalam

Oleh Muhammad Yusuf el-Badri Setiap penerimaan calon pegawai, rekruitmen oleh lembaga negara, kita hampir tak pernah absen membicarakan soal calo dan orang dalam. Hingga sekarang, setelah 20 tahun reformasi, masyarakat masih meyakini bahwa untuk mendapatkan pekerjaan di republik ini, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta, TNI dan Polri, mesti ada uang dan orang dalam. Hasil […]

Continue Reading

Pertimbangan; Bela Tauhid atau Bela HTI?

Oleh Muhammad Yusuf el-Badri (Pengkaji Islam dan Kebudayaan, Simak Institute) Pertanyaan pertama kali muncul setelah pembakaran bendera bertulis Dua Kalimat Syahadat ramai dibicarakan adalah kenapa umat Islam Protes dengan pembakaran itu? Jawaban paling umum adalah karena yang dibakar adalah Kalimat Tauhid. Kalimat suci umat Islam. Membakar kalimat Tauhid berarti menghina Islam. Alasan ini berarti bahwa […]

Continue Reading