Pandangan Hamka terhadap Doktrin Syiah dan Praktiknya – 2

Islam Laman Utama

Opini Izza Rohman

Walau tidak sering, Hamka di berbagai tempat memberikan komentar terhadap beberapa paham ajaran Syiah dan pengamalannya. Misalnya tentang taqiyah. Mengapresiasi pandangan Syiah tentang taqiyah, Hamka mengatakan: “Terlepas dari pendirian penafsir sendiri yang bukan Syiah, melainkan penganut mazhab Sunni, penafsir kagum akan ajaran taqiyah kaum Syiah itu. Sebab bagi mereka taqiyah bukan kelemahan, melainkan satu siasat yang berencana.” (Hamka, Tafsir Al-Azhar, 1)

Hamka tidak setuju pandangan bahwa sikap taqiyah menunjukkan sikap yang lemah. Syiah sebagai mazhab politik banyak sekali mempunyai rencana-rencana rahasia, yang baru diketahui oleh musuh setelah mereka terpaksa menghadapi kenyataan. Kerajaan-kerajaan Syiah kebanyakan pada mulanya adalah gerakan yang dirahasiakan. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, 1)

Namun, mengenai pandangan Syiah tentang mut’ah, Hamka tampak kritis sekali. Hamka kritis terhadap sikap Syiah membolehkan mut‘ah. Baginya nikah ini adalah pembelokan maksud agama yang sangat mencolok, dan sesuatu yang memalukan. Tidak ubahnya seperti mencari perempuan lacur untuk dipakai semalam. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, 2)

Kritik lain Hamka terhadap Syiah adalah pada praktik pemujaan kubur yang cukup kuat di kalangan mereka. Walaupun kritik Hamka tidak eksklusif tertuju kepada Syiah, melainkan juga kepada pemujaan kubur di kalangan Sunni, Hamka kerap mengesankan bahwa praktik ini subur di kalangan Syiah. Hamka kerap kali menyertakan Syiah dalam kritiknya terhadap kelompok di mana pemujaan terhadap kubur tumbuh subur. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, 3)

 

(Bersambung…nantikan sambungannya di setiap Jumat)

http://simak.co.id/syiah-dalam-deskripsi-hamka-1/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *