Tokoh dan Literatur Syiah dalam Karya Hamka – 3

Opini Izza Rohman Kutipan kisah atau pernyataan tokoh Syiah, tidak terlalu sulit untuk ditemukan di Tafsir al-Azhar. Misalnya ketika menafsirkan surah Al ‘Imran ayat 134, Hamka mengutip suatu cerita tentang Musa al-Kazhim yang berwudu untuk shalat subuh. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, 2) Saat menafsirkan surah al-Baqarah ayat 31-3, Hamka mengutip pendapat Ja‘far al-Shadiq dan Muhammad al-Baqir, […]

Continue Reading

Pandangan Hamka terhadap Doktrin Syiah dan Praktiknya – 2

Opini Izza Rohman Walau tidak sering, Hamka di berbagai tempat memberikan komentar terhadap beberapa paham ajaran Syiah dan pengamalannya. Misalnya tentang taqiyah. Mengapresiasi pandangan Syiah tentang taqiyah, Hamka mengatakan: “Terlepas dari pendirian penafsir sendiri yang bukan Syiah, melainkan penganut mazhab Sunni, penafsir kagum akan ajaran taqiyah kaum Syiah itu. Sebab bagi mereka taqiyah bukan kelemahan, […]

Continue Reading

Syiah dalam Deskripsi Hamka – 1

Opini Izza Rohman Dalam suatu uraian, Hamka menggambarkan Syiah lebih sebagai suatu paham politik yang bertumpu pada keyakinan bahwa Imam ‘Ali mendapatkan wasiat dari Rasulullah untuk menggantikan beliau sebagai pemimpin umat. Syiah didefinisikan oleh Hamka sebagai “satu golongan yang mempunyai aliran paham politik bahwa yang berhak menjadi Imam kaum Muslimin sesudah Rasulullah wafat hanyalah Saiyidina […]

Continue Reading

Sunni-syiah dalam Pandangan Buya Hamka; Sebuah Pengantar

Opini Izza Rohman Dalam Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47, dialog Sunni-Syiah menjadi salah satu isu strategis keumatan yang menjadi perhatian Muhammadiyah. Melihat fakta tersedotnya energi umat untuk pertentangan antara kelompok Sunni dan Syiah – yang dilatari beragam faktor – dan potensi meluasnya kekerasan yang terjadi di tingkat lokal, Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk mengadakan dialog […]

Continue Reading