Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawat Timur | SIMAK.CO.ID

Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawat Timur


Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawat Timur

Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur adalah cerita rakyat yang berasal dari daerah Jawa Timur, Indonesia. Cerita ini mengisahkan tentang asal-usul kota Surabaya dan masyarakatnya.

Dongeng ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, karena dapat memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Jawa Timur pada masa lalu. Selain itu, dongeng ini juga dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat.

Salah satu tokoh penting dalam dongeng ini adalah Sura dan Baya. Sura adalah seekor hiu, sedangkan Baya adalah seekor buaya. Kedua hewan ini dipercaya sebagai pendiri kota Surabaya.

## Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur

Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur merupakan salah satu cerita rakyat yang penting dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dongeng ini dapat memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Jawa Timur pada masa lalu, serta asal-usul kota Surabaya.

  • Tokoh
  • Latar
  • Alur
  • Amanat
  • Nilai budaya
  • Nilai sejarah
  • Fungsi sosial
  • Relevansi

Tokoh-tokoh dalam dongeng ini, seperti Sura dan Baya, memiliki makna simbolis yang merepresentasikan kekuatan dan keberanian masyarakat Jawa Timur. Latar belakang cerita yang mengambil setting di sekitar wilayah Surabaya juga memperkuat nilai sejarah dan budaya lokal. Alur cerita yang menarik dan penuh petualangan membuat dongeng ini menjadi tontonan yang menghibur sekaligus mendidik. Dongeng ini juga mengajarkan nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kerja keras, dan kesetiaan. Nilai-nilai tersebut masih relevan hingga saat ini dan dapat menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Indonesia.

Tokoh

Tokoh merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah dongeng. Tokoh-tokoh dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur memiliki peran penting dalam menghidupkan cerita dan menyampaikan pesan moral yang ingin disampaikan. Tanpa adanya tokoh, dongeng akan menjadi sebuah cerita yang hambar dan tidak menarik.

Tokoh-tokoh dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Ada tokoh yang baik hati, jahat, pemberani, pengecut, dan sebagainya. Perbedaan karakter dan sifat tokoh-tokoh ini membuat cerita menjadi lebih hidup dan menarik. Selain itu, tokoh-tokoh dalam dongeng juga dapat dijadikan sebagai simbol atau representasi dari nilai-nilai tertentu.

Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, tokoh Sura dan Baya memiliki peran yang sangat penting. Sura adalah seekor hiu, sedangkan Baya adalah seekor buaya. Kedua hewan ini dipercaya sebagai pendiri kota Surabaya. Tokoh Sura melambangkan keberanian dan kekuatan, sedangkan tokoh Baya melambangkan kesetiaan dan kebijaksanaan. Kedua tokoh ini menjadi simbol semangat juang dan persatuan masyarakat Surabaya.

Pemahaman tentang tokoh-tokoh dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur dapat memberikan kita banyak manfaat. Kita dapat belajar tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita, seperti keberanian, kerja keras, dan kesetiaan. Selain itu, kita juga dapat belajar tentang sejarah dan budaya masyarakat Surabaya. Pemahaman ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Latar

Latar adalah salah satu unsur penting dalam sebuah dongeng. Latar memberikan gambaran tentang tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa dalam cerita. Latar dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap jalan cerita dan karakter tokoh-tokohnya.

  • Latar Tempat
    Latar tempat adalah lokasi geografis di mana peristiwa dalam cerita terjadi. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, latar tempatnya adalah sekitar wilayah Surabaya.
  • Latar Waktu
    Latar waktu adalah kapan peristiwa dalam cerita terjadi. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, latar waktunya adalah pada zaman dahulu kala.
  • Latar Sosial
    Latar sosial adalah gambaran tentang kehidupan masyarakat pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, latar sosialnya adalah masyarakat Jawa Timur pada zaman dahulu kala.
  • Latar Budaya
    Latar budaya adalah gambaran tentang adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, latar budayanya adalah budaya masyarakat Jawa Timur pada zaman dahulu kala.

Latar dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur sangat penting karena memberikan gambaran tentang asal-usul kota Surabaya dan masyarakatnya. Latar tempat, waktu, sosial, dan budaya dalam dongeng ini saling terkait dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh. Dengan memahami latar belakang cerita, kita dapat lebih memahami pesan moral yang ingin disampaikan oleh dongeng ini.

READ MORE  Teks Deskripsi Bahasa Jawa Tentang Klepon Dan Onde Onde

Alur

Alur adalah salah satu unsur penting dalam sebuah dongeng. Alur adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam cerita dan membentuk jalan ceritanya. Alur yang baik akan membuat cerita menjadi menarik dan mudah dipahami oleh pembaca.

  • Tahap Pengenalan
    Tahap pengenalan adalah bagian awal cerita yang memperkenalkan tokoh, latar, dan konflik cerita.
  • Tahap Peningkatan Konflik
    Tahap peningkatan konflik adalah bagian cerita yang menceritakan tentang bagaimana konflik cerita mulai berkembang dan semakin rumit.
  • Tahap Klimaks
    Tahap klimaks adalah bagian cerita yang menceritakan tentang puncak konflik cerita.
  • Tahap Penyelesaian
    Tahap penyelesaian adalah bagian cerita yang menceritakan tentang bagaimana konflik cerita diselesaikan.

Alur dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur sangat penting karena membuat cerita menjadi menarik dan mudah dipahami. Alur cerita yang baik akan membuat pembaca penasaran dan ingin tahu bagaimana kelanjutan ceritanya. Selain itu, alur cerita yang baik juga akan membantu pembaca memahami pesan moral yang ingin disampaikan oleh dongeng tersebut.

Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam sebuah cerita. Amanat biasanya disampaikan secara implisit, sehingga pembaca harus memahami sendiri pesan moral tersebut dari jalan cerita dan karakter tokoh-tokohnya.

Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur memiliki banyak sekali amanat yang bisa dipetik oleh pembaca. Salah satu amanat yang paling penting adalah tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Dalam dongeng ini, diceritakan bahwa Sura dan Baya, dua hewan yang berbeda, dapat bersatu dan bekerja sama untuk membangun sebuah kota besar. Amanat ini mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu dan bekerja sama.

Selain itu, dongeng ini juga mengajarkan tentang pentingnya keberanian dan kerja keras. Tokoh Sura dan Baya diceritakan sebagai tokoh yang pemberani dan pekerja keras. Mereka tidak takut menghadapi tantangan dan selalu berusaha untuk mencapai tujuan mereka. Amanat ini mengajarkan kepada kita bahwa keberanian dan kerja keras adalah kunci kesuksesan.

Pemahaman tentang amanat dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur sangat penting karena dapat memberikan banyak manfaat bagi pembaca. Pembaca dapat belajar tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita, seperti persatuan, kesatuan, keberanian, dan kerja keras. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembaca dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Nilai budaya

Nilai budaya merupakan salah satu aspek penting yang terkandung dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur. Nilai budaya tersebut dapat memberikan gambaran tentang nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat Jawa Timur pada zaman dahulu kala. Selain itu, nilai budaya juga dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya Jawa Timur.

  • Gotong royong
    Gotong royong merupakan nilai budaya yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa Timur. Nilai ini mengajarkan tentang pentingnya bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, nilai gotong royong tercermin dari kerja sama antara Sura dan Baya dalam membangun kota Surabaya.
  • Rasa hormat
    Rasa hormat merupakan nilai budaya yang sangat penting dalam masyarakat Jawa Timur. Nilai ini mengajarkan tentang pentingnya menghormati orang lain, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, nilai rasa hormat tercermin dari sikap Sura dan Baya yang selalu menghormati satu sama lain.
  • Keberanian
    Keberanian merupakan nilai budaya yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa Timur. Nilai ini mengajarkan tentang pentingnya memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, nilai keberanian tercermin dari sikap Sura dan Baya yang berani melawan musuh-musuh mereka.
  • Keadilan
    Keadilan merupakan nilai budaya yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa Timur. Nilai ini mengajarkan tentang pentingnya memperlakukan orang lain secara adil dan tidak memihak. Dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur, nilai keadilan tercermin dari sikap Sura dan Baya yang selalu memperlakukan orang lain secara adil.

Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawa Timur sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi tantangan dan kesulitan zaman modern. Selain itu, nilai budaya juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya Jawa Timur kepada masyarakat luas.

Nilai sejarah

Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur memiliki nilai sejarah yang tinggi karena memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Jawa Timur pada masa lalu. Nilai sejarah dalam dongeng ini dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

  • Tokoh sejarah
    Dalam dongeng ini diceritakan tentang tokoh-tokoh sejarah, seperti Sura dan Baya, yang dipercaya sebagai pendiri kota Surabaya.
  • Peristiwa sejarah
    Dongeng ini juga menceritakan tentang peristiwa-peristiwa sejarah, seperti berdirinya kota Surabaya dan perjuangan masyarakat Surabaya melawan penjajah.
  • Latar belakang sejarah
    Latar belakang sejarah yang diceritakan dalam dongeng ini sesuai dengan kondisi masyarakat Jawa Timur pada masa lalu, seperti kondisi sosial, ekonomi, dan budaya.
  • Nilai-nilai sejarah
    Dongeng ini juga mengajarkan tentang nilai-nilai sejarah, seperti keberanian, kerja keras, dan persatuan, yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa Timur pada masa lalu.
READ MORE  Artikel Bahasa Jawa Kesenian Ketoprak

Nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi tantangan dan kesulitan zaman modern. Selain itu, nilai sejarah juga dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Jawa Timur kepada masyarakat luas.

Fungsi sosial

Fungsi sosial merupakan salah satu aspek penting dalam “Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur”. Dongeng ini memiliki fungsi sosial yang sangat beragam, mulai dari fungsi hiburan hingga fungsi edukasi.

  • Fungsi hiburan
    “Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur” memiliki fungsi hiburan yang sangat tinggi. Cerita yang menarik dan penuh dengan imajinasi membuat dongeng ini menjadi tontonan yang menghibur bagi masyarakat.
  • Fungsi edukasi
    “Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur” juga memiliki fungsi edukasi yang sangat penting. Dongeng ini mengajarkan tentang nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kerja keras, dan persatuan. Selain itu, dongeng ini juga mengajarkan tentang sejarah dan budaya masyarakat Surabaya.
  • Fungsi sarana komunikasi
    “Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur” juga berfungsi sebagai sarana komunikasi. Dongeng ini dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral atau sosial kepada masyarakat. Misalnya, dongeng ini dapat digunakan untuk mengajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan atau tentang bahaya narkoba.
  • Fungsi pelestarian budaya
    “Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur” juga memiliki fungsi pelestarian budaya. Dongeng ini dapat digunakan untuk melestarikan budaya Jawa Timur, khususnya budaya lisan. Dengan mendongengkan dongeng ini, masyarakat dapat melestarikan budaya Jawa Timur dan meneruskannya kepada generasi mendatang.

Fungsi sosial “Dongeng bahasa jawa asal usul Surabaya Jawat Timur” sangatlah beragam dan penting. Dongeng ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi, sarana komunikasi, dan pelestarian budaya. Dengan memahami fungsi sosial dongeng ini, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk berbagai tujuan positif.

Relevansi

Relevansi “Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur” terletak pada nilai-nilai luhur dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Dongeng ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang berharga dan masih relevan hingga saat ini.

  • Nilai-nilai Luhur
    Dongeng ini mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keberanian, kerja keras, persatuan, dan pantang menyerah. Nilai-nilai ini sangat penting untuk ditanamkan sejak dini, karena dapat membentuk karakter anak menjadi lebih baik.
  • Pesan Moral
    Selain nilai-nilai luhur, dongeng ini juga menyampaikan pesan moral yang penting. Misalnya, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan, menghormati orang tua, dan tidak mudah menyerah. Pesan-pesan moral ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dalam membentuk pandangan hidup dan perilaku mereka.
  • Pelestarian Budaya
    Dongeng “Asal Usul Surabaya” juga berperan penting dalam pelestarian budaya Jawa Timur. Melalui dongeng ini, anak-anak dapat mengenal dan memahami sejarah serta budaya daerah mereka. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelestarian budaya daerah dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah asal.
  • Pariwisata
    Dongeng “Asal Usul Surabaya” juga memiliki potensi untuk mendukung pariwisata. Dengan mengangkat cerita rakyat setempat, pemerintah daerah dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya dan mengenal lebih jauh tentang sejarah dan budayanya.

Dengan demikian, “Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur” memiliki relevansi yang tinggi karena nilai-nilai luhur, pesan moral, dan potensinya dalam pelestarian budaya dan pariwisata. Dongeng ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat yang berharga bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak.

FAQ tentang Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur

Bagian FAQ ini berisi pertanyaan-pertanyaan umum dan jawabannya terkait dengan “Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur”. FAQ ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang dongeng tersebut.

Pertanyaan 1: Siapakah tokoh utama dalam dongeng ini?

 

Jawaban: Tokoh utama dalam dongeng “Asal Usul Surabaya” adalah Sura dan Baya, dua hewan yang dipercaya sebagai pendiri kota Surabaya.

READ MORE  Legenda Banyuwangi Basa Jawa

Pertanyaan 2: Apa latar waktu dongeng ini?

 

Jawaban: Latar waktu dongeng ini adalah pada zaman dahulu kala, ketika wilayah Surabaya masih berupa hutan belantara.

Pertanyaan 3: Apa pesan moral yang terkandung dalam dongeng ini?

 

Jawaban: Dongeng ini mengajarkan pesan moral tentang pentingnya keberanian, kerja keras, dan persatuan dalam membangun sebuah kota atau masyarakat.

Pertanyaan 4: Apakah dongeng ini memiliki nilai sejarah?

 

Jawaban: Ya, dongeng ini memiliki nilai sejarah karena menceritakan tentang asal-usul kota Surabaya dan masyarakatnya. Meskipun terdapat unsur fiksi, dongeng ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Jawa Timur pada masa lalu.

Pertanyaan 5: Bagaimana dongeng ini dapat digunakan dalam pendidikan?

 

Jawaban: Dongeng “Asal Usul Surabaya” dapat digunakan dalam pendidikan sebagai bahan ajar untuk mengajarkan nilai-nilai luhur, sejarah daerah, dan budaya Jawa Timur.

Pertanyaan 6: Di mana saya dapat menemukan versi lengkap dongeng ini?

 

Jawaban: Versi lengkap dongeng “Asal Usul Surabaya” dapat ditemukan di berbagai sumber, seperti buku cerita rakyat, situs web, dan kanal YouTube.

Demikianlah FAQ tentang “Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur”. Melalui FAQ ini, diharapkan pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dongeng tersebut.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam dongeng “Asal Usul Surabaya” dan relevansinya dengan kehidupan masyarakat modern.

TIPS

Bagian TIPS ini memberikan panduan praktis untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam “Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur” dalam kehidupan sehari-hari.

Tip 1: Identifikasi Nilai-Nilai Luhur
Bacalah dongeng dengan cermat dan identifikasi nilai-nilai luhur yang diajarkan, seperti keberanian, kerja keras, persatuan, dan pantang menyerah.Tip 2: Memahami Makna Nilai-Nilai
Jelaskan makna setiap nilai luhur dan bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam situasi kehidupan nyata.Tip 3: Menerapkan Nilai-Nilai dalam Kehidupan Sehari-hari
Carilah kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu orang lain, bekerja keras dalam belajar atau bekerja, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.Tip 4: Berbagi Kisah dan Pengalaman
Bagikan cerita atau pengalaman tentang bagaimana nilai-nilai luhur membantu Anda mengatasi masalah atau mencapai tujuan.Tip 5: Mengajarkan Nilai-Nilai kepada Anak-Anak
Ceritakan dongeng “Asal Usul Surabaya” kepada anak-anak dan gunakan sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai luhur sejak dini.Tip 6: Menjadikan Nilai-Nilai sebagai Pedoman Hidup
Integrasikan nilai-nilai luhur ke dalam prinsip hidup Anda dan jadikan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan dan tindakan.Tip 7: Menginspirasi Orang Lain
Jadilah contoh bagi orang lain dengan menunjukkan nilai-nilai luhur dalam perilaku dan tindakan Anda.Tip 8: Melestarikan Nilai-Nilai Luhur
Dukung upaya pelestarian budaya dan tradisi yang mempromosikan nilai-nilai luhur dalam masyarakat.Dengan mengikuti TIPS ini, Anda dapat lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam “Dongeng Bahasa Jawa Asal Usul Surabaya Jawa Timur” dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini akan menjadi landasan yang kuat untuk membangun karakter yang baik, masyarakat yang harmonis, dan bangsa yang maju.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang relevansi nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat modern dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat membantu kita menghadapi tantangan zaman.

Kesimpulan

Dongeng bahasa jawa “Asal-usul Surabaya” memberikan banyak sekali wawasan dan pelajaran yang berharga. Dongeng ini tidak hanya menghibur, namun juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini.

Salah satu nilai penting yang dapat dipetik dari dongeng ini adalah pentingnya persatuan dan gotong royong. Tokoh Sura dan Baya, yang berasal dari latar belakang yang berbeda, mampu bekerja sama dan bersatu untuk membangun kota Surabaya. Nilai ini mengajarkan kita bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu dan mencapai tujuan bersama.

Selain itu, dongeng ini juga mengajarkan pentingnya kerja keras dan pantang menyerah. Sura dan Baya menghadapi banyak tantangan dalam membangun Surabaya, namun mereka tidak pernah menyerah. Mereka terus berjuang dan bekerja keras hingga akhirnya berhasil membangun kota yang besar dan makmur. Nilai ini menginspirasi kita untuk selalu berjuang dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.

Dongeng “Asal-usul Surabaya” tidak hanya menjadi cerita rakyat biasa, namun juga menjadi warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui dongeng ini, kita dapat belajar tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Kita harus terus melestarikan dan meneruskan dongeng ini kepada generasi mendatang, agar mereka juga dapat belajar dan mengambil manfaat dari kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

 

sddefault

 

Tinggalkan komentar