Tahun Kedua Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz, PAD, Belanja Modal, dan Janji Manis Pembangunan

Isyar Fatimah
1198
×

Tahun Kedua Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz, PAD, Belanja Modal, dan Janji Manis Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Keterangan gambar: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz. Tahun kedua kepemimpinan keduanya menjadi momentum evaluasi target PAD, realisasi belanja modal, dan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Sampang.

SAMPANG http://simak.co.id Perubahan target pendapatan dan alokasi belanja modal menjadi sorotan dalam APBD Kabupaten Sampang 2026, pendapatan daerah dalam rancangan Perubahan APBD disebut turun Rp120 miliar, sedangkan belanja modal justru naik Rp8,5 miliar, perubahan ini menuntut penjelasan mengenai komponen pendapatan yang dikoreksi dan proyek yang memperoleh tambahan anggaran. Sabtu (17/10)

Berdasarkan data per Oktober 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sampang tercatat Rp300,89 miliar atau 70,44 persen dari target Rp427,16 miliar, selisih terhadap target mencapai Rp126,27 miliar.

Rincian penerimaan diperlukan untuk mengidentifikasi sumber PAD yang belum memenuhi target, pemeriksaan perlu mencakup target dan realisasi pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Baca Juga : Pasien Antre di IGD, Relokasi RSMZ Sampang Rp315 Miliar dan Komitmen Bupati Sampang Belum Jelas.

Pada 2025, PAD Sampang terealisasi Rp429,14 miliar atau 102,11 persen dari target Rp420,25 miliar, namun, realisasi retribusi daerah tercatat Rp333,16 miliar dari target Rp340,30 miliar, sementara itu, lain-lain PAD yang sah mencapai Rp19,95 miliar, jauh di atas target Rp4,72 miliar.

Perbedaan capaian antarkomponen tersebut perlu ditelusuri melalui rincian penerimaan dan laporan realisasi masing-masing perangkat daerah, data itu diperlukan untuk mengetahui sumber penerimaan yang menopang capaian PAD serta sektor yang belum mencapai target.

Pada sisi belanja, rancangan Perubahan APBD 2026 mencatat kenaikan belanja modal Rp8,5 miliar atau 6,18 persen, di tengah penurunan total belanja daerah Rp94,06 miliar, rincian perubahan anggaran diperlukan untuk mengidentifikasi kegiatan yang mendapat tambahan alokasi, kegiatan yang dikurangi, dan dasar perubahan tersebut.

Baca Juga : AGN Signature Tetap Buka meski Izin Belum Lengkap, Satpol PP Sampang Baru Sebatas Teguran

Data Kabuoaten Sampang untuk periode Januari – Mei 2026 mencatat realisasi belanja modal sebesar Rp4,73 miliar, angka ini perlu dicocokkan dengan pagu belanja modal yang berlaku pada periode tersebut, termasuk perubahan alokasi dalam dokumen APBD, agar persentase realisasinya dapat dihitung secara tepat.

Pemeriksaan berikutnya menyasar paket pekerjaan yang dibiayai belanja modal, nilai pagu, nilai kontrak, jadwal pelaksanaan, pembayaran, dan progres fisik perlu dicocokkan untuk mengetahui status masing-masing proyek serta kesesuaiannya dengan rencana anggaran.

Pemkab Sampang perlu menjelaskan koreksi target pendapatan, rincian realisasi PAD, serta dasar penambahan belanja modal, dokumen APBD perubahan, laporan realisasi anggaran terbaru, dan data pelaksanaan proyek menjadi dasar untuk menguji pelaksanaan anggaran tahun kedua kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *