Kapolda Malut Ajak Pelajar SMAN 1 Tidore Perangi Bullying, Tegaskan Sekolah Harus Bebas Perundungan

Admin
197
×

Kapolda Malut Ajak Pelajar SMAN 1 Tidore Perangi Bullying, Tegaskan Sekolah Harus Bebas Perundungan

Sebarkan artikel ini

TIDORE KEPULAUAN, – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., mengajak seluruh pelajar SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan untuk berani menolak, mencegah, dan menghentikan segala bentuk tindakan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat melaksanakan kegiatan Quick Wins I melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut diikuti kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa-siswi. Dalam kesempatan itu, Kapolda bertindak sebagai pembina upacara dan didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku Utara.

Dalam amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, harmonis, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat bagi para pelajar untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membentuk karakter positif, bukan justru menjadi ruang terjadinya intimidasi maupun tindakan perundungan.

Baca Juga : SMAN 2 TIDORE DAN SPN POLDA MALUT KOLABORASI PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, TANAMKAN DISIPLIN DAN CINTA BUDAYA

Ia menegaskan bahwa bullying bukan persoalan sepele atau sekadar candaan antarteman. Tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban, menurunkan rasa percaya diri, bahkan mengganggu konsentrasi belajar hingga prestasi akademik.

Kapolda juga menjelaskan bahwa perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, penghinaan secara verbal, pengucilan sosial, hingga perundungan siber (cyberbullying) melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Karena itu, ia mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam bergaul maupun menggunakan media sosial. Setiap siswa harus memiliki kesadaran bahwa perkataan, tindakan, maupun unggahan di dunia digital dapat berdampak terhadap kehidupan dan perasaan orang lain.

Kapolda menjelaskan, kehadiran jajaran Polda Maluku Utara melalui program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Baca Juga : Kadis Pendidikan Malut Tinjau Revitalisasi SMK Negeri 3 Tidore, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Melalui program tersebut, Polri tidak hanya berfokus pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil peran dalam melindungi, mendampingi, serta membangun karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif di lingkungan pendidikan.

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh pelajar sebagai langkah konkret untuk mencegah dan memutus mata rantai perundungan di sekolah.

Pertama, bagi siswa yang melakukan perundungan, Kapolda meminta agar segera menghentikan tindakan tersebut, menyadari kesalahan, dan mengubah perilaku dengan membangun sikap saling menghormati serta menghargai sesama.

Kedua, bagi siswa yang menjadi korban perundungan, Kapolda mengingatkan agar tidak takut berbicara maupun melaporkan tindakan yang dialami. Para korban diminta berani menyampaikan persoalan tersebut kepada guru, orang tua, ataupun pihak kepolisian agar mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Raih Nilai SPI 75,46, Perluas Akses Pendidikan Lewat Empat Program Unggulan

Ketiga, bagi siswa yang menyaksikan tindakan perundungan, Kapolda mengajak agar tidak hanya menjadi penonton. Para pelajar harus berani memberikan dukungan kepada korban serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwenang.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya memberantas perundungan bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah maupun aparat kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh warga sekolah.

Kapolda berharap melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kesadaran para pelajar terhadap bahaya perundungan semakin meningkat. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung perkembangan intelektual maupun karakter peserta didik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pendekatan humanis Polri kepada dunia pendidikan dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian, keberanian, serta tanggung jawab sosial kepada generasi muda sejak dini.

Melalui edukasi tersebut, diharapkan lahir generasi pelajar yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, saling menghargai, serta berani menciptakan lingkungan sekolah yang damai dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *