HALMAHERA SELATAN – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI) mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati, agar menghadirkan fasilitas Puskesmas Rawat Inap di Desa Indari guna meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indari dan desa-desa di sekitarnya.
IPMI menilai pemerataan fasilitas kesehatan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan misi Bupati Halmahera Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing. Misi tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang merata, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah desa dan jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Masyarakat Desa Indari dan desa-desa sekitarnya membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang memadai, cepat, dan terjangkau. Karena itu, keberadaan Puskesmas Rawat Inap di Desa Indari dinilai penting untuk memperkuat pelayanan medis, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat maupun perawatan lanjutan.
Baca Juga : Blunder Obat Kedaluwarsa di Mentawai, Kadinkes Masih Tutup Mulut
Kondisi geografis dan jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan rujukan menjadi salah satu pertimbangan penting. Ketika masyarakat mengalami kondisi darurat atau membutuhkan perawatan medis secara intensif, keterbatasan fasilitas rawat inap dapat menambah beban waktu dan biaya transportasi, bahkan berpotensi meningkatkan risiko keterlambatan penanganan.
IPMI menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Masyarakat desa memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang layak dan pelayanan medis yang berkualitas.
Kehadiran Puskesmas Rawat Inap di Desa Indari diharapkan dapat mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan medis lebih cepat, mengurangi kebutuhan perjalanan jauh untuk perawatan tertentu, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi desa-desa di sekitarnya.
Namun, pembangunan fasilitas kesehatan tidak cukup hanya menghadirkan gedung. Pemerintah daerah juga harus memastikan ketersediaan tenaga dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, obat-obatan, peralatan medis, fasilitas kegawatdaruratan, serta sistem rujukan yang memadai.
IPMI meminta agar kebutuhan tersebut dimasukkan dalam prioritas pembangunan kesehatan daerah melalui kajian kebutuhan masyarakat dan perencanaan yang jelas. Dengan demikian, Puskesmas Rawat Inap yang dihadirkan nantinya benar-benar dapat berfungsi dan memberikan pelayanan secara berkelanjutan.
TIGA TUNTUTAN IPMI
Sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial terhadap pemerataan pelayanan kesehatan, Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari menyampaikan tiga tuntutan:
1. Mendesak Bupati Halmahera Selatan menghadirkan Puskesmas Rawat Inap di Desa Indari untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Indari dan desa-desa sekitarnya.
2. Memprioritaskan pembangunan atau peningkatan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan tenaga medis, obat-obatan, dan sarana prasarana yang memadai.
3. Menyediakan fasilitas pelayanan kegawatdaruratan serta sistem rujukan yang cepat, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga : Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Hasil Operasi Sebulan Terakhir
IPMI menegaskan bahwa pemerataan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat di wilayah desa menghadapi kesulitan mendapatkan pelayanan medis hanya karena keterbatasan fasilitas dan jarak menuju pusat pelayanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan harus memastikan bahwa pembangunan kesehatan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya masyarakat yang tinggal di pusat perkotaan.
KESEHATAN ADALAH HAK MASYARAKAT, BUKAN KEMEWAHAN!
Hadirkan Puskesmas Rawat Inap di Desa Indari sebagai wujud pemerataan pelayanan kesehatan dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat wilayah kepulauan.
