TIDORE KEPULAUAN,— Memperkuat semangat persatuan, menanamkan kedisiplinan, dan membentuk karakter generasi muda menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 yang digelar SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan bersama Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara.
Upacara yang berlangsung khidmat di Kelurahan Toloa, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (28/10/2026), menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang disiplin, kreatif, berintegritas, dan mencintai budaya bangsa.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mencerminkan komitmen dunia pendidikan bersama institusi kepolisian dalam membangun karakter generasi penerus bangsa melalui penanaman nilai nasionalisme, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kebersamaan.
Dalam upacara tersebut, Muhammad A., S.Pd., M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Aipda Ibrahim Aunaka dipercaya sebagai komandan upacara dan Arianto Usman, S.Pd., bertugas sebagai penjuru kanan.
Prosesi pengibaran bendera Merah Putih berlangsung dengan tertib. Siti Sakila Taib bertugas sebagai pembawa baki, Naila Nur Ikrar sebagai pengibar bendera, Malik Rajak sebagai pengapit, dan M. Saleh Ali sebagai pembentang bendera.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Marwa Citra Kirana, pembacaan Putusan Kongres Pemuda oleh Siti Rahma Jul Karnain, serta pembacaan doa oleh Ibnu Safran Al Rahman.
Baca Juga : Lestarikan Budaya, Sanggar Biji Nagara SMAN 2 Tidore Gelar Kompetisi Seni, Diikuti 54 Regu Peserta
Keterlibatan para peserta didik dalam setiap rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi ruang pembelajaran nyata untuk melatih keberanian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam pelaksanaan upacara tersebut adalah penampilan peserta didik sebagai pembawa acara menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Tidore.
Aulia Sari Rusli membawakan acara dalam bahasa Indonesia, Nurjihan Tazkifah Malik menggunakan bahasa Inggris, sedangkan Nota Ramadani tampil dengan bahasa Tidore.
Penggunaan tiga bahasa ini menjadi bentuk pembelajaran yang memadukan pengembangan kemampuan komunikasi, peningkatan rasa percaya diri, dan pelestarian identitas budaya lokal.
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan globalisasi, penguasaan bahasa asing dinilai penting untuk memperluas wawasan generasi muda. Namun, kecintaan terhadap bahasa daerah juga perlu terus dipupuk sebagai bagian dari kekayaan budaya yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik didorong agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan jati diri dan akar budayanya sebagai bagian dari masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Kepala SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan, Fatma Idris, S.Pd., M.Si.,bersama Kepala SPN Polda Maluku Utara, KBP Anjas Gautama Putra, S.I.K., M.H. turut menjadi bagian dari unsur pimpinan yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan institusi kepolisian ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta semangat kebangsaan kepada generasi muda.
Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk kepribadian yang kuat agar mereka mampu menghadapi tantangan masa depan dengan sikap positif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang mengajarkan pentingnya persatuan di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi muda yang unggul dan berkarakter, SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan atau SMANDU terus mengembangkan program kokurikuler unggulan melalui kegiatan kokurikuler taruna dan kokurikuler seni budaya.
Program kokurikuler taruna diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan. Melalui program ini, peserta didik diharapkan memiliki mental yang kuat, mampu bekerja sama, dan terbiasa menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Sementara itu, kokurikuler seni budaya menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, menggali potensi diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan kebudayaan bangsa.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan keseimbangan antara pengembangan kemampuan akademik, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya lokal.
Dengan demikian, pendidikan di SMANDU tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi yang memiliki etika, integritas, kedisiplinan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini turut dihadiri unsur komite sekolah, aparatur sipil negara (ASN), wali murid dari sekolah TK, SMP, dan SMA di wilayah Tidore Selatan, anggota Polsek Tidore Selatan, serta personel SPN Polda Maluku Utara.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya dukungan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, orang tua, aparat keamanan, dan masyarakat.
Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, menaati aturan, meningkatkan prestasi, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan bangsa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta Tanah Air harus terus ditanamkan sejak bangku sekolah.
Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, institusi kepolisian, orang tua, dan masyarakat, SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan bersama SPN Polda Maluku Utara diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, disiplin, kreatif, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan generasi mudanya, tetapi juga oleh karakter, persatuan, dan komitmen mereka dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.





