Lestarikan Budaya, Sanggar Biji Nagara SMAN 2 Tidore Gelar Kompetisi Seni, Diikuti 54 Regu Peserta

Admin
274
×

Lestarikan Budaya, Sanggar Biji Nagara SMAN 2 Tidore Gelar Kompetisi Seni, Diikuti 54 Regu Peserta

Sebarkan artikel ini

TIDORE KEPULAUAN, — Dalam upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkokoh jati diri generasi muda, Sanggar Biji Nagara SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan menggelar kegiatan Pentas Seni Budaya Tidore dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya, Kokohkan Jati Diri Generasi Pewaris.”

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Oktober 2026, dipusatkan di Lapangan Bola Kelurahan Toloa, tepat di depan SMA Negeri 2 Kota Tidore Kepulauan. Acara ini menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengenal, mencintai, serta menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

Pentas seni tersebut diselenggarakan oleh Sanggar Biji Nagara SMAN 2 Kota Tidore Kepulauan dengan melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, hingga kategori umum.

Sebanyak 54 regu peserta ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Jumlah peserta ini menunjukkan antusiasme berbagai kalangan dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah, khususnya kesenian tradisional Tidore.

Baca Juga : SMAN 2 TIDORE DAN SPN POLDA MALUT KOLABORASI PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, TANAMKAN DISIPLIN DAN CINTA BUDAYA

Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan dua mata lomba utama, yakni Tari Dana-Dana Klasik dan Vokal Solo dengan membawakan lagu berjudul Tohoda Rewa.

Lomba Tari Dana-Dana Klasik menjadi salah satu bentuk upaya memperkenalkan dan mempertahankan seni tari tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Melalui gerak, irama, dan kekompakan penampilan, para peserta menunjukkan kemampuan sekaligus kecintaan terhadap kebudayaan daerah.

Sementara itu, lomba Vokal Solo memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan bakat bernyanyi sekaligus mengenal lagu-lagu daerah sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Maluku Utara.

Kedua mata lomba tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar semakin memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Muhammad Tang, S.S., M.Hum., menjadi salah satu tokoh yang tercatat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pelestarian kebudayaan diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap keberlanjutan seni tradisional di daerah.

Baca Juga : BADKO HMI MALUT Soroti Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih: Tenaga Kerja dan Sarjana Lokal Harus Diprioritaskan

Di sisi lain, Pembina Sanggar Biji Nagara, Fatma Idris, S.Pd., M.Si., bersama Ketua Sanggar Biji Nagara, M. Ramli Lating, S.Pd., M.Si., memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan seni dan pengembangan kreativitas peserta didik melalui sanggar.

Penyelenggaraan pentas seni ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan bakat, membangun rasa percaya diri, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerahnya sendiri.

Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pengenalan dalam lingkungan pendidikan. Diperlukan pula kegiatan nyata yang melibatkan generasi muda secara langsung, sehingga seni tradisional dapat terus dipraktikkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui kompetisi yang melibatkan peserta dari tingkat SD hingga umum, Sanggar Biji Nagara berupaya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional Tidore.

Baca Juga : BUPATI UBAID YAKUB LANTIK 235 ANGGOTA BPD DARI 47 DESA DI WILAYAH MABA, TEKANKAN INTEGRITAS, PENGAWASAN, DAN KEPENTINGAN RAKYAT

Pentas Seni Budaya Tidore yang berlangsung di Kelurahan Toloa ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.

Tema “Lestarikan Budaya, Kokohkan Jati Diri Generasi Pewaris” menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan diteruskan melalui keterlibatan aktif generasi muda.

Dengan adanya kegiatan ini, Sanggar Biji Nagara SMAN 2 Kota Tidore Kepulauan diharapkan terus menjadi ruang pengembangan kreativitas, pembinaan bakat, serta penguatan karakter generasi muda melalui seni dan kebudayaan.

Keikutsertaan 54 regu peserta dalam dua mata lomba tersebut menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga agar Tari Dana-Dana Klasik, lagu daerah, dan berbagai ekspresi seni tradisional tetap dikenal serta mendapat tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.

Pada akhirnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pendidikan, kreativitas, dan kegiatan seni yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pewaris yang tidak hanya mengenal budayanya, tetapi juga bangga, mencintai, dan berkomitmen untuk menjaganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

KEPULAUAN MENTAWAI, SIMAK.CO.ID — Temuan obat kedaluwarsa di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan gudang farmasi Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi sorotan. Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan persediaan obat, pengawasan distribusi,…