Memayu Buyut Trusmi Digelar Besok, Jalur Plered–Tengah Tani Direkayasa! Pengendara Diminta Waspada

Hadi
30
×

Memayu Buyut Trusmi Digelar Besok, Jalur Plered–Tengah Tani Direkayasa! Pengendara Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

Cirebon, Simak.co.id– Pengguna jalan yang melintasi kawasan Plered dan sekitarnya diminta mengantisipasi perubahan arus lalu lintas pada Minggu (1/11/2026).

Hal ini menyusul pelaksanaan tradisi budaya tahunan Memayu Buyut Trusmi yang diperkirakan menyedot perhatian ribuan masyarakat.

Kegiatan yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Untuk mendukung kelancaran prosesi adat sekaligus menjaga keamanan masyarakat, Satlantas Polresta Cirebon akan memberlakukan penutupan dan rekayasa lalu lintas secara tentatif.

Baca Juga : Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Wali Kota Cirebon Effendi Edo Tegaskan Pentingnya Integritas dan Pengawasan Anggaran

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, menegaskan bahwa pengamanan dan pengaturan lalu lintas dalam kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi Polresta Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Adapun ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan dan pengalihan arus meliputi kawasan mulai dari Ramayana Plered hingga SPBU Tengah Tani, termasuk Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Raya Panembahan.

Satlantas Polresta Cirebon mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang memiliki kepentingan perjalanan di kawasan tersebut, untuk menghindari jalur utama selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat dan para pengguna jalan untuk menghindari titik-titik kemacetan tersebut selama acara berlangsung demi kenyamanan bersama,” demikian imbauan resmi Satlantas Polresta Cirebon.

Baca Juga : Tingkatkan Disiplin Berkendara, Polres Kuningan Gencarkan Sosialisasi dan Himbauan Kamseltibcarlantas Operasi Patuh Lodaya 2026

Sementara itu, bagi pengendara kendaraan roda empat yang hendak melakukan perjalanan jarak jauh, terutama menuju wilayah Cirebon bagian selatan dan timur, disarankan memanfaatkan akses jalan tol atau memilih jalur alternatif melalui Sumber.

Masyarakat juga diharapkan memperhatikan arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu-rambu pengalihan arus lalu lintas yang diberlakukan.

Melalui rekayasa lalu lintas tersebut, diharapkan tradisi Memayu Buyut Trusmi dapat berlangsung khidmat dan lancar tanpa mengabaikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan lainnya.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan bagian dari warisan leluhur yang merepresentasikan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, dan pelestarian identitas budaya masyarakat Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *